PERUBAHAN HIDUP
MANUSIA OLEH FIRMAN TUHAN
Perubahan dan
pertumbuhan hidup dan kehidupan manusia itu bisa disamakan dengan makluk hidup
lainnya, misalnya pertumbuhan sebuah tanaman yang ditanam oleh petani. Seperti...
perumpamaan yang disampaikan oleh Tuhan Yesus dalam Matius 13:1-8. Pertumbuhan
dan perubahan sebutir bibit tanaman tergantung dari tanah dimana bibit itu
ditempatkan. Hanya bibit yang ditabur di tanah yang baik yang dapat berbuah
banyak dan berlipat ganda. Atau hanya tanah yang baiklah yang dapat membuat
sebuah tanaman berubah dan bertumbuh dengan baik dan berbuah banyak bahkan
berlipat ganda.
Demikianlah
manusia dianggap sebagai tanah atau wadah dimana firman Tuhan ditaburkan.
Setiap orang yang menerima firman Tuhan, merenungkannya, serta menerapkannya
dalam hidupnya maka firman itu akan betumbuh, kuat, berkuasa, dan menghasilkan
buah yang baik dan berkelimpahan dalam hidup orang itu. Memang kedengarannya
enak dan mengasikkan. Tapi bagaimana caranya agar menjadi wadah dimana firman
bisa tumbuh dan berkuasa dan menghasilkan buah yang berkelimpahan?
Tuhan Yesus
bersabda dalam Matius 6:33: “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan
kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Dari sabda Tuhan
Yesus ini dapat kita pahami bahwa bila seorang manusia ingin menjadi wadah
firman Tuhan yang menghasilkan buah yang berkelimpahan berarti dia harus
mencari kerajaan Allah terlebih dahulu. Artinya, Allah yang harus berkuasa atau
menguasai seluruh hidupnya, bukan nafsu, keinginan dunia atau iblis. Yesus
memerintahkan kita (carilah), bukan menghimbau kita untuk menemukan kerajaan
Allah. Tapi bagaimana caranya? Dan dimana kita bisa mencarinya?
Bila kita
merindukan untuk tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah, kita harus berakar
dengan kuat dan dalam dengan cara belajar kepada Tuhan melalui firman-Nya.
Yesus mengundang kita dengan lemah lembut agar kita datang kepada-Nya untuk
belajar dari pada-Nya. Matius …. “…belajarlah dari pada-Ku karena Aku lemah
lembut …” satu-satunya jalan untuk bisa berubah, bertumbuh, dan menghasilkan
buah yang baik dan berkelimpahan , maka
kita harus belajar kepada Tuhan Yesus, Sang Guru yang baik dan bijaksana.
Demikianlah Tuhan mengajar kita dengan berkata: “Hai anak-Ku, perhatikanlah
perkataan-Ku ……” Ams 4:20.
Memperhatikan
berarti kita harus fokus menggunakan indera kita agar bisa menerima, memahami,
merenunggkan, dan mengimaninya dengan sempurna. Indera yang kita gunakan antara
lain: telinga untuk mendengar firman Allah, mata kita untuk melihat atau
membaca firman Allah, dan hati kita untuk merenungkan dan menyimpan firman
Allah. Selama kita mencari kerajaan Allah, maka Dia akan senantiasa membimbing
dan mengajar kita, seperti tertulis dalam Amsal 4:20: “Arahkanlah telingamu
kepada ucapan-Ku…” Perhatikan bahwa telinga kita merupakan alur pertama
masuknya firman Allah ke dalam pemahaman kita. Dan tidak berhenti sampai di
sana. Allah memahami, siapa tahu kita lemah dalam pendengaran kita, maka Allah
pun mengajari kita untuk menggunakan mata rohani kita untuk memperoleh firman-Nya.
Allah mengajarkan kepada kita dalam Amsal 4:21: “Janganlah semuanya itu (Firman Allah) menjauh dari matamu.” Sungguh
luar biasa, bukan? Allah kita pun tahu persis bahwa alur masuknya pengetahuan
tentang firman-Nya melalui kedua indera tersebut. Allah mengetahui bahwa kita harus bertumbuh
dan berakar dengan kuat dalam firman-Nya untuk menghasilkan buah yang baik dan
berkelimpahan, maka tidak cukup hanya mendengar dan membaca firman Allah yang
hidup, tetapi Allah terus membimbing dan mengajar kita, seperti tertulis dalam
Amsal 4:21b: “Simpanlah itu (Firman Allah)
di lubuk hatimu.” Jadi setiap firman Allah yang kita dengar atau yang kita baca
haruslah kita simpan di hati kita yang paling dalam. Itulah harta kita yang
paling berharga. Itulah hidup kita. Dengan demikianlah kita perlu
mengaplikasikan firman Allah, dan menjadikannya rema dalam kehidupan kita. Hati
manusia dimana firman Allah telah tersimpan di bagian yang paling dalam akan
mejadi sumber kehidupan baginya dan bagi setiap orang yang berkenan bagi Allah.
Oleh karena itu, Allah mengajarkan kepada kita, seperti tertulis dalam Amsal
4:23: “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar
kehidupan.”
Bila saudara
pembaca yang dikasihi oleh Tuhan Yesus ingin mengalami perubahan hidup seperti
yang dikehendaki Allah, yakni hidup dalam damai sehatera dan berkelimpahan
dalam segala hal, marilah kita mempraktekkan perenungan firman Allah hingga
menemukan kerajaan Allah. Percayalah bahwa kita akan menerima janji Allah dalam
hidup kita, seperti tertulis dalam Mazmur 1:3: “Ia seperti pohon yag ditanam di
tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu
daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” Amin. (HM)