googlee10025ebf65670c5.html Pohon Tarbantin Kebenaran - Heldin Manurung: Peruahan Hidup Manusia Oleh Firman Tuhan

VISI:

Menjadi Pohon Tarbantin Kebenaran (Yesaya 61:3)

MISI:

Mempersiapkan generasi yang siap menghadapi zaman akhir, dan siap sedia menyambut kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kalinya.

Menyampaikan kabar baik kepada orang sengsara, merawat orang yang remuk hati, memberitakan pembebasan kepada orang tawanan, orang yang terkurung kelepasan dari penjara, dan menghibur orang berkabung.

Puji Tuhan. Saudara bersama kami sekarang.

Tidak kebetulan saudara bersama kami saat ini. Tidak ada yang terjadi di luar pengetahuan Tuhan. Kami percaya Tuhan menghendaki saudara mengalami perubahan terhadap hidup dan kehidupan saudara. Tuhan ingin saudara mengenal Dia dengan benar, dan segala usaha dan upaya yang saudara lakukan selama ini tidak menjadi sia-sia karena pemahaman yang keliru dari maksud Firman Tuhan yang sesungguhnya. Tuhan tidak menghendaki saudara kecewa karena saudara merasa bahwa saudara telah berjalan pada kebenaran selama ini pada hal tidak demikian.

Mohon maaf bahwa kami tidak bermaksud mengkhotbai saudara. Kami tidak bermaksud bahwa kami lebih baik atau lebih pintar dari saudara. Kami hanya ingin berbagi dengan saudara tentang kebenaran yang kami peroleh dari Tuhan. Kami ingin memenuhi kerinduan saudara untuk memperoleh keutuhan hidup bersama Tuhan Yesus Kristus. Kami rindu untuk hidup bersama-sama dengan saudara sesuai dengan kehendak Yesus Kristus seperti yang Ia janjikan dalam Firman-Nya. Mari bertumbuh bersama di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Laman

Kamis, 07 Juli 2016

Peruahan Hidup Manusia Oleh Firman Tuhan



PERUBAHAN HIDUP MANUSIA OLEH FIRMAN TUHAN

Perubahan dan pertumbuhan hidup dan kehidupan manusia itu bisa disamakan dengan makluk hidup lainnya, misalnya pertumbuhan sebuah tanaman yang ditanam oleh petani. Seperti...
perumpamaan yang disampaikan oleh Tuhan Yesus dalam Matius 13:1-8. Pertumbuhan dan perubahan sebutir bibit tanaman tergantung dari tanah dimana bibit itu ditempatkan. Hanya bibit yang ditabur di tanah yang baik yang dapat berbuah banyak dan berlipat ganda. Atau hanya tanah yang baiklah yang dapat membuat sebuah tanaman berubah dan bertumbuh dengan baik dan berbuah banyak bahkan berlipat ganda.

Demikianlah manusia dianggap sebagai tanah atau wadah dimana firman Tuhan ditaburkan. Setiap orang yang menerima firman Tuhan, merenungkannya, serta menerapkannya dalam hidupnya maka firman itu akan betumbuh, kuat, berkuasa, dan menghasilkan buah yang baik dan berkelimpahan dalam hidup orang itu. Memang kedengarannya enak dan mengasikkan. Tapi bagaimana caranya agar menjadi wadah dimana firman bisa tumbuh dan berkuasa dan menghasilkan buah yang berkelimpahan?

Tuhan Yesus bersabda dalam Matius 6:33: “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Dari sabda Tuhan Yesus ini dapat kita pahami bahwa bila seorang manusia ingin menjadi wadah firman Tuhan yang menghasilkan buah yang berkelimpahan berarti dia harus mencari kerajaan Allah terlebih dahulu. Artinya, Allah yang harus berkuasa atau menguasai seluruh hidupnya, bukan nafsu, keinginan dunia atau iblis. Yesus memerintahkan kita (carilah), bukan menghimbau kita untuk menemukan kerajaan Allah. Tapi bagaimana caranya? Dan dimana kita bisa mencarinya?

Bila kita merindukan untuk tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah, kita harus berakar dengan kuat dan dalam dengan cara belajar kepada Tuhan melalui firman-Nya. Yesus mengundang kita dengan lemah lembut agar kita datang kepada-Nya untuk belajar dari pada-Nya. Matius …. “…belajarlah dari pada-Ku karena Aku lemah lembut …” satu-satunya jalan untuk bisa berubah, bertumbuh, dan menghasilkan buah yang baik dan berkelimpahan ,  maka kita harus belajar kepada Tuhan Yesus, Sang Guru yang baik dan bijaksana. Demikianlah Tuhan mengajar kita dengan berkata: “Hai anak-Ku, perhatikanlah perkataan-Ku ……” Ams 4:20.

Memperhatikan berarti kita harus fokus menggunakan indera kita agar bisa menerima, memahami, merenunggkan, dan mengimaninya dengan sempurna. Indera yang kita gunakan antara lain: telinga untuk mendengar firman Allah, mata kita untuk melihat atau membaca firman Allah, dan hati kita untuk merenungkan dan menyimpan firman Allah. Selama kita mencari kerajaan Allah, maka Dia akan senantiasa membimbing dan mengajar kita, seperti tertulis dalam Amsal 4:20: “Arahkanlah telingamu kepada ucapan-Ku…” Perhatikan bahwa telinga kita merupakan alur pertama masuknya firman Allah ke dalam pemahaman kita. Dan tidak berhenti sampai di sana. Allah memahami, siapa tahu kita lemah dalam pendengaran kita, maka Allah pun mengajari kita untuk menggunakan mata rohani kita untuk memperoleh firman-Nya. Allah mengajarkan kepada kita dalam Amsal 4:21: “Janganlah semuanya itu (Firman Allah) menjauh dari matamu.” Sungguh luar biasa, bukan? Allah kita pun tahu persis bahwa alur masuknya pengetahuan tentang firman-Nya melalui kedua indera tersebut.  Allah mengetahui bahwa kita harus bertumbuh dan berakar dengan kuat dalam firman-Nya untuk menghasilkan buah yang baik dan berkelimpahan, maka tidak cukup hanya mendengar dan membaca firman Allah yang hidup, tetapi Allah terus membimbing dan mengajar kita, seperti tertulis dalam Amsal 4:21b: “Simpanlah itu (Firman Allah) di lubuk hatimu.” Jadi setiap firman Allah yang kita dengar atau yang kita baca haruslah kita simpan di hati kita yang paling dalam. Itulah harta kita yang paling berharga. Itulah hidup kita. Dengan demikianlah kita perlu mengaplikasikan firman Allah, dan menjadikannya rema dalam kehidupan kita. Hati manusia dimana firman Allah telah tersimpan di bagian yang paling dalam akan mejadi sumber kehidupan baginya dan bagi setiap orang yang berkenan bagi Allah. Oleh karena itu, Allah mengajarkan kepada kita, seperti tertulis dalam Amsal 4:23: “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan.”

Bila saudara pembaca yang dikasihi oleh Tuhan Yesus ingin mengalami perubahan hidup seperti yang dikehendaki Allah, yakni hidup dalam damai sehatera dan berkelimpahan dalam segala hal, marilah kita mempraktekkan perenungan firman Allah hingga menemukan kerajaan Allah. Percayalah bahwa kita akan menerima janji Allah dalam hidup kita, seperti tertulis dalam Mazmur 1:3: “Ia seperti pohon yag ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” Amin. (HM)