googlee10025ebf65670c5.html Pohon Tarbantin Kebenaran - Heldin Manurung: SEBELUMNYA

VISI:

Menjadi Pohon Tarbantin Kebenaran (Yesaya 61:3)

MISI:

Mempersiapkan generasi yang siap menghadapi zaman akhir, dan siap sedia menyambut kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kalinya.

Menyampaikan kabar baik kepada orang sengsara, merawat orang yang remuk hati, memberitakan pembebasan kepada orang tawanan, orang yang terkurung kelepasan dari penjara, dan menghibur orang berkabung.

Puji Tuhan. Saudara bersama kami sekarang.

Tidak kebetulan saudara bersama kami saat ini. Tidak ada yang terjadi di luar pengetahuan Tuhan. Kami percaya Tuhan menghendaki saudara mengalami perubahan terhadap hidup dan kehidupan saudara. Tuhan ingin saudara mengenal Dia dengan benar, dan segala usaha dan upaya yang saudara lakukan selama ini tidak menjadi sia-sia karena pemahaman yang keliru dari maksud Firman Tuhan yang sesungguhnya. Tuhan tidak menghendaki saudara kecewa karena saudara merasa bahwa saudara telah berjalan pada kebenaran selama ini pada hal tidak demikian.

Mohon maaf bahwa kami tidak bermaksud mengkhotbai saudara. Kami tidak bermaksud bahwa kami lebih baik atau lebih pintar dari saudara. Kami hanya ingin berbagi dengan saudara tentang kebenaran yang kami peroleh dari Tuhan. Kami ingin memenuhi kerinduan saudara untuk memperoleh keutuhan hidup bersama Tuhan Yesus Kristus. Kami rindu untuk hidup bersama-sama dengan saudara sesuai dengan kehendak Yesus Kristus seperti yang Ia janjikan dalam Firman-Nya. Mari bertumbuh bersama di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Laman

SEBELUMNYA

DIPERDAMAIKAN DALAM KRISTUS YESUS

“Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. …” (2 Kor 5:19)

Kita harus sungguh-sungguh mengerti dan memahami setiap kata, frase, atau kalimat firman Tuhan yang kita baca atau dengarkan agar kita bisa memetik hasilnya dalam hidup kita. Tanpa pemahaman yang hakiki mengenai firman Tuhan, kita akan tetap tidak merasakan dampaknya dalam hidup kita. Bahkan kita bisa mengalami kecewa karena perbedaan persepsi kita dengan apa yang sesungguhnya maksud firman Tuhan.


Mengapa saya berkata demikian? Karena saya pernah bertemu seorang wanita paruh baya sehabis kebaktian Minggu pagi. Wanita tersebut mengeluh seraya mengajukan pertanyaan kepada saya. “Mengapa saya tidak sembuh-sembuh juga dari penyakit saya, ya? Saya telah mendengarkan khotbah pendeta, dan saya tahu juga bahwa Tuhan berjanji akan menyembuhkan saya. Saya bisa merasakan apa yang dirasakan wanita tersebut, dan saya berusaha menolong dia dengan memberikan sedikit pemahaman tentang apa yang sesungguhnya dikatakan Tuhan dalam firman-Nya.


Saya tetap menjaga perasaan wanita tersebut agar tidak merasa terganggu dengan pemahamannya yang kurang pas dengan firman Tuhan yang mungkin didengar melalui khotbah atau melalui membaca firman Tuhan di Alkitab. Dengan nada rendah saya mencoba menjelaskan bahwa Tuhan tidak lagi berjanji kepada kita untuk memberi kesembuhan kepada kita. Tuhan tidak berjanji, tetapi Dia telah melakukannya. Sama halnya bahwa Tuhan tidak berjanji akan menyelamatkan orang yang terhilang. Tetapi Tuhan telah melakukan sesuatu demi keselamatan orang itu. Tuhan telah melimpahkan segala dosa kita, segala kelemahan kita, dan semua penyakit kita kepada Yesus. Artinya, Tuhan telah memperdamaikan kita dengan diri-Nya dalam Yesus Kristus. Kita semuanya telah diselamatkan. Marilah kita berpegang teguh pada perdamaian itu.


KOMITMEN: Kini aku berkenan bagi Tuhan karena telah diperdamaikan dengan Tuhan dalam Yesus Kristus. Aku harus berpegang teguh pada perdamaian itu.