googlee10025ebf65670c5.html Pohon Tarbantin Kebenaran - Heldin Manurung: Pemahaman

VISI:

Menjadi Pohon Tarbantin Kebenaran (Yesaya 61:3)

MISI:

Mempersiapkan generasi yang siap menghadapi zaman akhir, dan siap sedia menyambut kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kalinya.

Menyampaikan kabar baik kepada orang sengsara, merawat orang yang remuk hati, memberitakan pembebasan kepada orang tawanan, orang yang terkurung kelepasan dari penjara, dan menghibur orang berkabung.

Puji Tuhan. Saudara bersama kami sekarang.

Tidak kebetulan saudara bersama kami saat ini. Tidak ada yang terjadi di luar pengetahuan Tuhan. Kami percaya Tuhan menghendaki saudara mengalami perubahan terhadap hidup dan kehidupan saudara. Tuhan ingin saudara mengenal Dia dengan benar, dan segala usaha dan upaya yang saudara lakukan selama ini tidak menjadi sia-sia karena pemahaman yang keliru dari maksud Firman Tuhan yang sesungguhnya. Tuhan tidak menghendaki saudara kecewa karena saudara merasa bahwa saudara telah berjalan pada kebenaran selama ini pada hal tidak demikian.

Mohon maaf bahwa kami tidak bermaksud mengkhotbai saudara. Kami tidak bermaksud bahwa kami lebih baik atau lebih pintar dari saudara. Kami hanya ingin berbagi dengan saudara tentang kebenaran yang kami peroleh dari Tuhan. Kami ingin memenuhi kerinduan saudara untuk memperoleh keutuhan hidup bersama Tuhan Yesus Kristus. Kami rindu untuk hidup bersama-sama dengan saudara sesuai dengan kehendak Yesus Kristus seperti yang Ia janjikan dalam Firman-Nya. Mari bertumbuh bersama di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Laman

Rabu, 16 Maret 2016

Pemahaman

Artikel Rohani Kristen

PEMAHAMAN

Matius 18:1-5

Setelah mendengar atau membaca sesuatu boleh jadi kita berkata, “Ah, aku sudah mengerti, atau aku sudah memahami.” Namun, sesungguhnya tanpa kita sadari bahwa kebijaksanaan dan kondisi tubuh kita selalu mengalami perubahan. Semakin banyak yang kita pahami, dan kita pun sadar bahwa masih lebih banyak juga yang belum kita ketahui. Dan... itu lah ciri seorang yang bijaksana dan yang telah mengalami pencerahan.

Keraguan bukan dosa, dan kepastian bukan kebajikan, demikianlah ungkapan orang bijak. Orang yang mengalami keraguan akan menghasilkan banyak pertanyaan dalam benaknya. Orang yang bertanya adalah orang yang ingin mencari kebenaran tentang keraguan yang dialaminya. “Carilah maka kamu akan mendapat”, demikianlah kata Yesus. Mencari tahu melalui pertanyaan. Bila kita mencari dengan bertanya kepada Yesus, pastilah Dia menunjukkan dan memberi jawaban kepada kita. Itulah sebabnya Yesus mengatakan kepada kita dan orang-orang yang membaca firman-Nya agar “Menjadi seperti anak kecil.” Seperti tertulis dalam Matius 18:3: “…Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”

Apakah yang dimaksud dengan “menjadi seperti anak kecil”? memang sungguh benarlah bahwa kita harus menjadi seperti anak kecil untuk bisa masuk dalam Kerajaan Sorga. Selain kepolosan seorang anak kecil, dia memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Dia selalu mencari tahu apa saja yang ingin dia ketahui dengan bertanya kepada orang tuanya atau siapa saja yang dia temui dalam hidupnya. Jadi setiap kita yang ingin masuk dalam Kerajaan Sorga, harus menjadi manusia rohani yang selalu ingin belajar (anak-anak rohani) yang mencari hal-hal tentang kerajaan surga dengan bertanya kepada bapa kita, Yesus Kristus. Hanya orang yang mencari Kerajaan Sorga dengan cara seperti anak kecillah yang bisa masuk dalam Kerajaan Bapa di Sorga. Seperti bunyi firman Tuhan, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barang siapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.”Lukas 18:17

Pemahaman tidak diserahkan begitu saja tetapi harus disempurnakan hingga memperoleh peta jalan sendiri yang dapat menunjukkan jalan kepada kita untuk mendapatkan terang dan pemahaman kita sendiri seperti para murid Yesus yang memiliki ciri masing-masing sesuai pemahaman mereka tentang Kerajaan Sorga. Tomas adalah salah seorang murid Yesus yang banyak bertanya, mencari, menyelidik untuk mendapatkan bukti dengan pengalaman langsung oleh diri sendiri. Barangkali, Yesus memandang Tomas sebagai murid cemerlang. Dia tidak puas terhadap kepastian yang diberikan oleh orang lain. Walau pun teman-temannya berkata bahwa mereka telah melihat Yesus, dia tidak mudah percaya dengan keyakinan orang lain. Tomas berusaha menyelidik, mencari dengan bertanya. Dan setelah dia menemukan sebuah penegasan langsung dari Yesus sendiri, dia pun memahami dan berubah. Dia pun sunguh-sungguh berubah. Bagaimana dengan kita? (HM)