googlee10025ebf65670c5.html Pohon Tarbantin Kebenaran - Heldin Manurung: Firman Tuhan Yang Hidup

VISI:

Menjadi Pohon Tarbantin Kebenaran (Yesaya 61:3)

MISI:

Mempersiapkan generasi yang siap menghadapi zaman akhir, dan siap sedia menyambut kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kalinya.

Menyampaikan kabar baik kepada orang sengsara, merawat orang yang remuk hati, memberitakan pembebasan kepada orang tawanan, orang yang terkurung kelepasan dari penjara, dan menghibur orang berkabung.

Puji Tuhan. Saudara bersama kami sekarang.

Tidak kebetulan saudara bersama kami saat ini. Tidak ada yang terjadi di luar pengetahuan Tuhan. Kami percaya Tuhan menghendaki saudara mengalami perubahan terhadap hidup dan kehidupan saudara. Tuhan ingin saudara mengenal Dia dengan benar, dan segala usaha dan upaya yang saudara lakukan selama ini tidak menjadi sia-sia karena pemahaman yang keliru dari maksud Firman Tuhan yang sesungguhnya. Tuhan tidak menghendaki saudara kecewa karena saudara merasa bahwa saudara telah berjalan pada kebenaran selama ini pada hal tidak demikian.

Mohon maaf bahwa kami tidak bermaksud mengkhotbai saudara. Kami tidak bermaksud bahwa kami lebih baik atau lebih pintar dari saudara. Kami hanya ingin berbagi dengan saudara tentang kebenaran yang kami peroleh dari Tuhan. Kami ingin memenuhi kerinduan saudara untuk memperoleh keutuhan hidup bersama Tuhan Yesus Kristus. Kami rindu untuk hidup bersama-sama dengan saudara sesuai dengan kehendak Yesus Kristus seperti yang Ia janjikan dalam Firman-Nya. Mari bertumbuh bersama di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Laman

Senin, 02 Mei 2016

Firman Tuhan Yang Hidup



FIRMAN TUHAN YANG HIDUP
Roma 10:9

Mengaku dengan mulut berarti membuat pernyataan. Dengan pernyataan yang sungguh dari kesadaran dan keyakinan kita bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hati berarti beriman bahwa Yesus dibangkitkan oleh Allah maka kita diselamatkan. Dalam ...
hal ini berarti kita harus memberikan pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan kita. Kita harus menyatakan Dia sebagai Tuhan dan hidup kita. Sekilas hal ini sangatlah mudah karena hanya mengaku dan menyatakan. Banyak orang berkata, “Siapa takut?”

Betulkah sedemikian mudah? Bagaimana mungkin kita bisa mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan jika kita tidak mengenal-Nya. Bagaimana mungkin kita bisa mengenal Yesus bila kita tidak bergaul dengan-Nya? Bagaimana mungkin kita bisa bergaul dengan Yesus bila kita tidak mendengarkan Dia? Bagaimana mungkin kita bisa mendengarkan Yesus bila kita tidak memahami Firman-Nya? Bagaimana mungkin kita bisa memahami Firman Tuhan bila kita tidak mempelajarinya dengan sunguh-sungguh? Begitulah panjangnya pertanyaan yang timbul membuktikan bahwa melakukan pengakuan dan pernyataan yang jujur dan sungguh bahwa Yesus adalah Tuhan dan bahwa Dia dibangkitkan oleh Allah tidaklah mudah. Walau pun banyak orang yang telah melakukannya tetapi akhirnya gagal dan kecewa karena Tuhan berkata: “Aku tidak menganal engkau.”

Banyak orang yang telah mengaku anak Tuhan atau hamba Tuhan yang telah berkata bahwa mereka percaya bahwa Yesus adalah Tuhan tetapi dalam kehidupan nyatanya mereka tidaklah demikian. Mereka percaya dan menginginkan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat mereka akan tetapi mereka seringkali tidak mendengarkan Dia sebagai Juru ... Mereka berkata bahwa Yesus adalah Tuhan yang Maha Kuasa tetapi tidak pernah mempersilahkan Yesus yang berkuasa atas hidup dan kehidupan mereka. Mereka cenderung melakukan kehendak mereka sendiri. Mereka cenderung mengandalkan kekuatan mereka sendiri. Mereka cenderung memuaskan nafsu kedagingan mereka sendiri. Mereka cenderung memikirkan apa yang mereka mau, bukan apa yang Yesus kehendaki.

Hal ini merupakan fakta bahwa mereka melakukan pengakuan dan pernyataan bahwa Yesus adalah Tuhan dan menjadi Juru Selamat mereka bukan dari kesadaran dan pemahaman yang hakiki. Bisa jadi karena kedagingan atau karena ikut-ikutan orang lain. Orang benar yang melakukan pengakuan dan pernyataan bahwa Yesus adalah Tuhan bagi mereka adalah orang-orang yang sungguh mengenal Tuhan dan memahami Firman-Nya dengan saksama dalam tuntunan Roh Kudus dan melakukannya dalam seluruh hidupnya. (HM)